MENJAGA KESEHATAN FISIK, REPRODUKSI DAN MENTAL REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN STUNTING

PENGABDIAN MASYARAKAT : DOSEN PRODI KESEHATAN MASYARAKAT DAN PSIKOLOGI

Sinergitas Tim Dosen Dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Psikologi dengan PT. Antam Kabupaten Sanggau mengadakan Pengabdian Masyarakat di SMA Kecamatan Tayan Kabupaten Sanggau pada tanggal 13 Desember 2023. Topik yang diangkat dalam pengabdian tersebut adalah Kesehatan Fisik, Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Meantal dalam pencegahan Stunting di kalangan Remaja Putri. Diikuti sekitar 200 an siswi dari 4 SMA yang ada di Kecamatan Tayan Kabupaten Sanggau.


Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Indah Budiastutik, SKM., M. Kes dan Vidyastuti, M.PSi (Psikolog). Dalam materinya disampaikan tentang bagaimana upaya remaja dalam menjaga kesehatan fisik dan kesehatan reproduksinya agar kelak menjadi seorang calon ibu yang sehat dan jauh dari risiko melahirkan anak yang stunting. “Mulai dari remaja inilah perlu diberikan edukasi dan pemahaman agar dapat memiliki andil dalam uapaya pencegahan stunting, karena remaja merupakan kelompok yang sangat berperan besar dalam menghasilkan keturunan yang sehat, cerdas dan berkualitas di masa yang akan datang,” kata Indah.


Stunting adalah adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak akan lebih pendek dari seusianya menurut Perpres 72 tahun 2021. Kekurangan gizi pada anak terjadi sejak janin dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir (1000HPK), namun stunting ini akan terlihat setelah anak berusia 2 tahun. Cara deteksi dini stunting yaitu dengan mengukur Indeks Nilai Z–skor TB/U (Kemenkes 2010), dimana jika Sangat Pendek < -3SD, Pendek -3SD2SD. Dampak dari stunting ini terjadinya penurunan kecerdasan, mudah mengalami sakit infeksi, menurunkan produktivias kerja saat dewasa, menghambat pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, terjadinya ketimpangan dan kesmiskinan.


Penyebab stunting antara lain praktek pengasuhan yang tidak baik meliputi kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum hamil (pada masa remaja) dan pada masa kehamilan, tidak diberikan ASI secara eksklusif, penyakit infeksi yang berulang, pernikahan dini, anak usia di atas 6 bulan tidak mendapat MP-ASI tepat.


Remaja putri dapat berperan dalam upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan, mengkonsumsi tablet tambah darah agar tidak terjadi anemia, peningkatan aktivitas fisik; peningkatan perilaku hidup sehat; penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi; peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit; peningkatan kualitas lingkungan; dan peningkatan edukasi hidup sehat. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menikah ketika siap segalanya yaitu Siap Raga, Siap Mental dan Psikologis, Siap Finansial. Hamil Ketika Fungsi Reproduksi Sudah Siap yaitu Jangan Terlalu Muda, Gizi yang Baik yaitu Lingkar lengan harus normal atas diatas 23,5 cm. Di akhir penyuluhan diberikan slogan “Rumah Perduli Remaja putri, Wujudkan Generasi Bebas Stunting”.


Sedangkan ditinjau dari kesehatan mental anak remaja, Ibu Vidyastuti, M.PSi (Psikolog) menyampaikan materi Upaya pencegahan stunting mulai usia remaja pada putri karena nantinya akan menjalankan tugas perkembangan sebagai ibu. Stunting bukan hanya persoalan kondisi fisik dan gizi namun juga penting memperhatikan kesehatan mental mulai sejak remaja. Remaja putri selain diperhatikan kondisi gizi dan kesehatannya juga perlu diedukasi untuk tidak menikah muda karena perkembangan psikologis secara emosi, kognisi dan sosialnya belum sepenuhnya matang. Begitupun terhadap perawatan awal yang memungkinkan sangat minim karena belum siap menjadi ibu. Kondisi ibu yang masih remaja juga belum mampu mengelola stress secara efektif sehingga dapat berdampak pada kepribadian dan pola pengasuhan. Oleh karena itu perlu keseimbangan persiapan secara fisik dan psikologis serta kondisi lingkungan tempat tinggal dan social yang memadai serta mendukung untuk mempersiapkan dan menjalani 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) agar tidak mengalami stunting.Tegas beliau sebagai ahli bidang Psikologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *