PENDAFTARAN PKM INSTITUSI TAHUN AKADEMIK 2022/2023

Berikut ini adalah formulir pendaftaran PKM INSTITUSI/MAGANG Tahun 2022. Adapun yang harus di persiapkan oleh calon peserta magang adalah sebagai berikut:
1. Nama Lengkap Lokasi/Instansi/Tempat Magang yang dituju untuk melaksanakan magang

2. Nama Bagian / Sub Bidang yang anda tuju pada institusi tempat magang yang dituju.

3. Surat Pernyataan Kesediaan Magang Mahasiswa

4. Surat Izin Orang Tua / Wali


5. Pengambilan Surat pada tanggal 5 Oktober 2022 di Akademik Fikes Pukul 09.00 – 15.00 Wib


Waktu Pendaftaran:
30 September – 4 Oktober 2022


UNDANGAN SOSIALISASI PKM INSTITUSI T.A 2022/2023

Magang merupakan suatu sarana bagi mahasiswa untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dengan cara menerapkannya secara langsung ke lapangan.

Setelah menlaksanakan magang, mahasiswa diharapkan dapat memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap diri sendiri maupun orang lain, mampu menguasai emosi dalam menjalani kehidupan dengan lingkungan umum dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur apakah kelak setelah lulus mampu terjun langsung dalam dunia pendidikan.

Dalam hal ini, diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak yang telah terdaftar pada KRS PKM INSTITUSI Wajib Untuk mengikuti Kegiatan sosialisasi PKM Institusi, mengenai waktu pelaksanaan sosialisasi adalah sebagai berikut:

Hari : Rabu, 28 September 2022
Pukul : 15.30 Wib – Selesai
Sosialisasi akan diadakan secara Online dengan GoogleMeet

Untuk bergabung dengan Sosialisasi Magang, klik Tombo ini

PRAKTEK PERENCANAAN MENU SEIMBANG BAGI KADER POSYANDU ANGGREK
BULAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAD) tahun 2018, proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Indonesia terdapat 30,8% dan di Kalimantan Barat status gizi pendek dan sangat pendek terjadi penurunan di tahun 2018 terdapat 33,29%. Data Puskesmas Semberang menunjukkan stunting pada balita berada pada angka 45 kasus (18,8%) pada tahun 2018 turun menjadi 31 kasus (13%) di tahun 2019 dan 29 kasus (12%) tahun 2020. Hasil survey mahasiswa dalam kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) kesehatan masyarakat tahun 2022 dengan sasaran 105 rumah tangga yang memiliki balita memperoleh hasil sebanyak 19 balita termasuk kategori pendek (18.1%) dan 9 balita sangat pendek (0.95%). Jika dilihat dari tren yang ada, proporsi stunting mengalami penurunan setiap tahunnya, tetapi dengan proporsi stunting berada di rentang 12- 19% menjadi masalah kesehatan masyarakat yang harus diperhatikan. Hal ini mengingat World Health Organization (WHO) menyatakan dampak yang ditimbulkan dari stunting antara lain perkembangan kognitif atau kecerdasan, motorik, dan verbal berkembang secara tidak optimal, peningkatan risiko obesitas dan penyakit degeneratif lainnya, peningkatan biaya kesehatan, serta peningkatan kejadian kesakitan dan kematian (Kemenkes RI, 2018). Selain itu, anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tidak maksimal akibat stunting pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan di suatu negara (Unicef, 2013).

Salah satu garda terdepan berkaitan dengan permasalahan gizi di Desa Sumber Harapan adalah Kader Posyandu Anggrek Bulan 1. Kader posyandu adalah warga masyarakat yang dilibatkan puskesmas untuk  mengelola posyandu secara sukarela. Mereka merupakan pilar utama dan garis pertahanan terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena merekalah yang paling memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya. Tugas kader di posyandu adalah 5 meja yaitu pendaftaran, pengukuran tinggi badan dan berat badan, pencatatan, penyuluhan gizi, dan pelayanan kesehatan. Tugas ini penting dalam menentukan bagaimana status gizi bayi balita terutama status tinggi badan menurut umur untuk mendeteksi kejadian stunting serta penyuluhan dan praktek menu seimbang bagi balita (Purbowati, 2019)

Persiapan dilakukan sebelum hari pelaksanaan dilakukan oleh tim pengabdi masyarakat dalam hal ini mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat . Persiapan diantaranya penggandaan hand out pelatihan dan alat tulis yang akan dibagikan kepada kader, memasang spanduk. Selain itu juga mempersiapkan bahan pangan yang digunakan untuk praktek perencanaan menu yaitu ikan dan sayuran (wortel) serta alat masak.
Kegiatan penyuluhan dan praktek menu gizi seimbang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat melalui program dahsat (dapur higienies dan sehat) yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kegiatan dilaksanakan pada Hari Minggu, 7 Agustus 2022 pukul 07.30 – 12.30 wib di Posyandu Anggrek Bulan Dusun Semberang Desa Sumber Harapan Kabupaten Sambas. Kegiatan diawali dengan melakukan proses registrasi, dimana kegiatan diikuti oleh 18 kader dan 10 ibu balita. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan dari tim pengabdi masyarakat serta pembukaan oleh Kepala Desa Sumber Harapan, Ibu Fatmawati, A.md KL. Pada pembukaan kegiatan disampaikan perkenalan tim dan program studi kesehatan masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak serta tujuan pelaksanaan kegiatan, serta manfaat dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan.

Pembukaan Kegiatan
Peserta Kegiatan
Penyuluhan menu seimbang
Praktek menu seimbang
Evaluasi kegiatan
Penutupan kegiatan

Dari keseluruhan rangkaian kegiatan dalam    program    pengabdian kepada masyarakat ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa salah satu pencegahan stunting dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan praktek menu gizi seimbang bagi kader posyandu. Hasil penyuluhan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kader mengenai perencanaan menu seimbang. Pada saat pre-test nilai terendah sebesar 20 poin dan meningkat menjadi 60 poin pada saat post-test. Kader juga antusias dalam melakukan praktek pembuatan makanan berbahan pangan lokal.

BERGABUNG DI CLASSROOM PERKULIAHAN TAHUN AKADEMIK 2022/2023 SEMESTER GANJIL

BAGI MAHASISWA REGULER A KURIKULUM 2015 YANG MENGULANG SILAKAN MENGIKUTI KODE CLASSROOM PADA SEMESTER 1 DAN 3 REGULER A

Program Makanan Sehat Untuk UMKM dan Kader Posyandu Bagi Peserta Workshop di RW.17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat

Berdasarkan kegiatan Pengalaman belajar lapangan (PBL) 1 yang dilakukan di kelurahan Sungai Jawi Luar, kususnya di RW 17 & RW 18 didapatkan banyak balita yang Gizi Kurang, hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan orangtua atau pengetahuan yang rendah terhadap informasi tentang gizi kurang. Saran yang di dapatkan mengenai masalah gizi kurang yaitu agar intervensi dalam mengatasi kejadian gizi kurang ini misalnya berupa evaluasi atau pemberian makanan tambahan/PMT. Program kerja yang dilakukan diantaranya Penyuluhan mengenai pembuatan Puding Labu untuk pemberian tambahan makanan (PMT), penyuluhan mengenai pembuatan Fillet Ikan Nila untuk pemberian tambahan makanan (PMT) dan penyuluhan serta pembagian leaflet dan poster tentang faktor-faktor penyebab terjadinya gizi kurang, pemberian makanan pendamping ASI (MP- ASI) yang beragam, sanitasi lingkungan yang baik, cara mencuci tangan yang baik dan benar. Tidak hanya itu, mahasiswa juga melakukan program kerja dengan Penyuluhan tentang Pembuatan Tempat Cuci Tangan dari Botol Bekas dan Cara Cuci Tangan Pakai Sabun Yang Benar, Penyuluhan mengenai cara penanaman TOGA, dan pembuatan Modul Makanan Sehat Untuk UMKM. Kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2 Kesmas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang gizi kurang, makanan tambahan untuk balita / PMT, pentingnya menjaga kebersihan, cucitangan, dan Tanaman obat keluarga di pekarangan rumah.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. Memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh balita. PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran. PMT pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal. Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama.

Penyuluhan dilakukan di Kelurahan Sungai Jawi Luar (RW 17 dan RW 18) Kecamatan Pontianak Barat dengan sasaran utama yaitu masyarakat RW 17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar dengan target sarasan sebanyak 30 peserta di tiap Posyandu. Penyuluhan dan praktik dilakukan pada 3 Posyandu yang ada di RW 17 dan RW 18. Materi penyuluhan yaitu tentang Pemberian Tambahan Makanan (PMT) yaitu pembuatan pudding labu yang kemudian di praktekkan pada masyarakat peserta posyandu.

Pembuatan puding Labu, sosialisasi dan Praktik pemberian PMT

PMT merupakan pemberian makanan tambahan. Biasanya, menu PMT diberikan di setiap jadwal buka Posyandu setiap bulannya.Pemberian PMT sangat penting untuk mencegah masalah kurang gizi di kalangan masyarakat. Sebab, kurang gizi bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang, berat badan kurang, stunting, hingga penurunan kecerdasan anak. Tentu hal itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak ke depannya.

Penyuluhan dilakukan di Kelurahan Sungai Jawi Luar (RW 17 dan RW 18) Kecamatan Pontianak Barat dengan sasaran utama yaitu masyarakat RW 17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar dengan target sarasan sebanyak 30 peserta di tiap Posyandu. Penyuluhan dan praktik dilakukan pada 3 Posyandu yang ada di RW 17 dan RW 18. Materi penyuluhan yaitu tentang Pemberian Tambahan Makanan (PMT) yaitu pembuatan fillet ikan nila yang kemudian di praktekkan pada masyarakat peserta Posyandu.

Pembuatan dan sosialisasi filet ikan nila

Penyuluhan dan praktek pembuatan tempat cuci tangan dari botol bekas dilakukan di Kelurahan Sungai Jawi Luar (RW 17 dan RW 18) Kecamatan Pontianak Barat dengan sasaran utama yaitu masyarakat RW 17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar dengan target sarasan sebanyak 30 peserta di tiap Posyandu. Penyuluhan dan praktek dilakukan pada saat workshop, dan praktik cuci tangan pakai sabun dengan benar dilakukan pada 3 Posyandu yang ada di RW 17 dan RW 18. Materi penyuluhan yaitu tentang pembuatan tempat cuci tangan dari botol bekas dan praktik cara cuci tangan pakai sabun yang benar

Pembuatan, sosialisasi dan praktik pembuatan can cuci tangan.

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan dan dikelola oleh keluarga. Jenis tanaman toga ditanam untuk memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Pada umumnya, tanaman obat lebih banyak tumbuh sebagai tanaman liar. Akan tetapi, kini tanaman obat banyak ditanam di kebun dan di lahan pekarangan. Tak sedikit masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman toga.

Penyuluhan dan praktek dilakukan di Kelurahan Sungai Jawi Luar (RW 17 dan RW 18) Kecamatan Pontianak Barat dengan sasaran utama yaitu masyarakat RW 17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar dengan target sarasan sebanyak 30 peserta di tiap Posyandu. Penyuluhan dan praktek dilakukan pada saat workshop dan 3 Posyandu yang ada di RW 17 dan RW. Materi penyuluhan yaitu tentang cara penanaman TOGA (Serai, Kunyit, dan Temu Kunci).

Penanaman dan Sosialisasi TOGA

Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi kepada Tokoh Masyarakat (RT, RW) dan Kader Posyandu pada saat workshop. Kemuadian Leaflet dan poster dibagikan kepada masyarakat peserta Posyandu serta diberikan sosialisasi mengenai Gizi Kurang, Cuci Tangan Pakai Sabun, dan Sanitasi oleh Mahasiswa PBL Kelompok 10 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Leaflet, Poster dan Sosialisasi

Kegiatan yang dilakukan adalah pembagian Modul Makanan Sehat untuk UMKM oleh Mahasiswa PBL-2 pada saat workshop. Kemuadian dilakukan sosialisasi tentang bahan yang ada pada Modul Makanan Sehat untuk UMKM tersebut. Sasaran utama yaitu perserta Workshop dengan jumlah undangan 16 peserta. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bahan acuan pembelajaran mengenai program kerja dengan tema Makanan Sehat untuk UMKM bagi peserta Workshop RW 17 dan RW 18 Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat.

Pembagian modul

Kegiatan workshop dan lokakarya

Acara ini hampir serupa dengan seminar. Jika di seminar biasanya peserta hanya bertugas sebagai pendengar, ketika workshop, para peserta akan dilibatkan secara lebih aktif. Bentuk aktivitas ini bisa bermacam-macam, ada yang dipersiapkan untuk keperluan praktik dan latihan langsung, ada juga yang disediakan dalam bentuk diskusi yang lebih intens. Dari segi skala dan durasi, workshop umumnya terbuka untuk jumlah peserta yang lebih kecil, sehingga kelas bisa dijalankan dengan lebih efektif. Tak jarang juga workshop diselenggarakan hingga berhari-hari lamanya, dengan topik yang lebih spesifik dan sesi praktik yang lebih banyak.

WOW…. PELAYANAN AKADEMIK FIKES VIA WHATSAPP

Berikut ini adalah cara mendapatkan pelayanan akademik dengan aplikasi chat whatsapp. Pelayanan akademik ini dibuat untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Pengunjung website fikes.unmuhpnk.ac.id

Baru – baru ini Fakultas Ilmu Kesehatan meluncurkan produk layanan dengan media sosial Whatsapp yang dilengkapi dengan pesan berbalas otomatis yang di topang dengan link informasi dan halaman dari website resmi fakultas ilmu kesehatan Um Pontianak. Layanan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa fikes dalam menunjang pembelajaran dan mempermudah dalam menempuh perkuliahan. fikes akan selalu berinovasi dalam berbagai teknologi dalam pelayanan kepada mahasiswa. tidak terhenti disitu saja kedepannya ada produk layanan terbaru yang akan bisa melayani mahasiswa, dosen bahkan civitas akademika fikes um pontianak.

Program ECOBIO (Ecobrik dan Lubang Biopori) sebagai Cikal Bakal pembentukan Bank sampah Desa Pasir Panjang

Desa Pasir Panjang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Mempawah timur, Kabupaten Mempawah. Desa Pasir Panjang memiliki luas Wilayah 313,33 ha/m2 yang terdiri dari 4 dusun yaitu : Dusun Senambang, Dusun Trajumas, Dusun Pematang Pasir, dan Dusun Pasir mandar. Mahasiswa PBL 2 Universitas Muhammadiyah Pontianak  Tahun 2022 melaksanakan sosialisasi tentang “Program ECOBIO (Ecobrik dan Lubang Biopori) sebagai Cikal Bakal pembentukan Bank sampah Desa Pasir Panjang” . Pengalaman Belajar Lapangan Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa semester VI  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pontianak. Tujuan dari kegiatan PBL 2 diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan IPTEKS yang dikuasai untuk mengidentifikasi dan menetapkan masalah kesehatan masyarakat, mencari dan menetapkan penyebab masalah kesehatan di masyarakat, memberikan alternatif pemecahan masalah kesehatan masyarakat serta melakukan intervensi pemecahan masalah kesehatan di masyarakat.

Dengan Mengangkat Kasus Diare Kelompok 5 kegiatan PBL 2 Kesmas  mengusung rancangan Trobosan “Program ECOBIO (Ecobrik dan Lubang Biopori) sebagai Cikal Bakal pembentukan Bank sampah Desa Pasir Panjang.” Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus-1 September 2022.  Peserta dalam kegiatan PBL 2 ini adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, semester VI sebanyak 7 mahasiswa. PBL 2 dilaksanakan pada lingkungan RT/RW yang ditentukan dan telah disepakati oleh  kelompok. Daerah yang menjadi tempat pelaksanaan PBL 2 Kesmas yaitu :

Desa Pasir Panjang, Kec. Mempawah Timur, Kab. Mempawah.

Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan dan skill calon Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dalam melakukan diagnosa komunitas (Community Diagnosis), pemecahan masalahan kesehatan (Problem Solving Cycle) serta menyusun Plan of Action (PoA) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan lingkungan serta stakeholder.

Anggota Kelompok 5 PBL2 Kesehatan Masyarakat ini terdiri dari:

  1. Antania Hanzani Putri (191510058)
  2. Ilawati (191510070)
  3. Titik Kurniawaty (191510061)
  4. Rasmida (191510050)
  5. Tasyah Fittiyani (191510088)
  6. Nurhalimah (191510081)
  7. Bayu Aswara (191510017)

Kegiatan intervensi yang dilakukan kelompok 5 PBL 2 Kesmas meliputi : Musyawarah Mufakat Desa bertema Sosialisasi Program ECOBIO (Ecobrik dan Lubang Biopori) sebagai Cikal Bakal pembentukan Bank sampah Desa Pasir Panjang, . Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di SD Negeri 17 Mempawah Timur, Pendataan Sampah Rumah Tangga, Sosialisasi dan Demonstrasi pembuatan lubang biopori, . Sosialisasi dan Demonstrasi pembuatan Ecobrick, Monitoring dan Evaluasi Kegiatan ECOBIO (Ecobrik dan Lubang Biopori) dan Sosialisasi Pemilahan Sampah, Komitmen Desa dengan MoU (Memorandum of Understanding) sebagai bukti keberlanjutan Program. Serta  di bimbing langsung oleh direktur bank sampah Aisyiah desa Sejegi dan bekerja sama dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Wajok.

Penyerahan Plakat kepada Direktur Bank Sampah Sejegi
Kunjungan Ke PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Wajok
Figure 1kegiatan MMD SOSIALISASI PROGRAM AWAL
Figure 2 MMD SOSIALISASI
Hasil kegiatan pembuatan ecobrick.
Proses pencabutan biopori yang telah di tanam selama 14 hari.
Hasil biopori yang ditanam selama 14 hari dan telah menjadi pupuk
kegiatan MoU

JADWAL PERKULIAH DAN KODE KRS KURIKULUM 2015 KELAS MENGULANG DAN KELAS ALIH JALUR ANGKATAN 2020 DAN 2021

Kepada Mahasiswa Reguler A:
Angkatan 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 Berikut ini jadwal perkuliahan kelas mengulang. imput krs pada mata kuliah yang tertera, sedangkan untuk pelaksanaan kuliah mengikuti jadwal bisa di download pada tombol di bawah ini

Kepada Mahasiswa Alih Jalur :
Angkatan 2020, 2021 Berikut ini jadwal perkuliahan kelas Alih Jalur. imput krs pada mata kuliah yang tertera, sedangkan untuk pelaksanaan kuliah mengikuti jadwal bisa di download pada tombol di bawah ini